Surat Rindu Untuk Nenek

- 6/07/2017



Lima tahun sudah kepergianmu, tapi nasehatmu masih tersimpan rapi dalam ingatku.

Apa kabarmu nek? Semoga tenang di sisiNya.

Hari ini aku melihat suasana yang sangat aku rindukan. Aku dan orangtuaku menjengukmu nek, semoga nenek melihat kami. Banyak yang berubah di tempat ini, rumahmu nek mungkin karena kosong. Apakah nenek bahagia bersanding kembali dengan kakek di tempat itu? Apa nenek sudah bertemu dengan kakek disana? Titip salamku untuk kakek yang hanya ku lihat dari photo KTP yang sudah usang.

Aku rindu pelukanmu nek

Nek, aku ingat di saat teman seusiaku merayakan hari raya bersama keluarganya sedangkan kita hanya berdua di rumah sembari menikmati opor buatanmu. Saat itu nenek bercerita tentang masa kecilku, ibu dan bapak yang bekerja di luar kota yang semakin jarang mengunjungiku membuatku sering menangis tapi nenek selalu meyakinkanku bahwa mereka selalu menyayangiku. Ah terkadang aku berpikir nenek adalah ibuku. Aku memiliki dua ibu. Nenek adalah orang yang selalu mendukung apapun yang aku lakukan, tetapi ketika aku jatuh nenek adalah orang pertama yang merangkul dan memelukku.

Nenek adalah teman terbaik

Terimakasih karena nenek selalu menemaniku dalam keadaan apapun. Nenek sudah seperti partner terbaikku di rumah. Nenek selalu memberikan masukan di saat aku mulai kebingungan. Apapun yang aku ceritakan, nenek tidak pernah marah. Nenek adalah orang yang selalu memotivasiku. Perjuangannya membesarkan empat anaknya hingga sukses dan kini beliau membesarkanku dengan keringatmu sendiri tanpa kakek. Nenek selalu bilang ingin menyekolahkanku hingga aku menjadi sarjana. Ah aku selalu teringat perkataanmu. Kata nenek setidaknya nenek bisa menyekolahkan cucunya dan melihatku sukses. Nek, aku kini sudah bekerja. Belum seberapa untuk dibilang sukses tapi setidaknya aku bisa memenuhi kebutuhanku sendiri tanpa membebani orangtua. Nek, aku kini menepati janjiku. Aku bekerja dan aku melanjutkan kuliah. Semoga nenek senang disana. Sulit sekali ternyata mengatur waktu kerja dan kuliah yang sering membuatku kurang tidur. Andai nenek masih ada sepertinya aku masih merengek karena lelah dan selalu memintamu untuk memelukku.

Aku meninggalkan rumahmu

Nek, maafkan aku tidak bisa berbuat banyak sampai hari dimana nenek pergi. Aku hanya bisa menangis dan mengeluh tentang kepergianmu. Tapi aku lega sempat menghabiskan waktu sebelum hari itu. Nek, sekarang rumahmu kosong. Maafkan aku tinggal di kota ini, aku tak menyangka kalau nenek akan secepat itu pergi ketika aku belum mewujudkan semua keinginanmu tentang aku di masa depan. Memang sulit nek, ketika aku tinggal bersama keluargaku tetapi mereka belum mengenal semua tentangku. Kamulah yang paling mengerti, mungkin karena nenek membesarkanku dari kecil. Banyak pertanyaan ibu dan bapak tentang watak kerasku, tapi kini aku sudah terbiasa dengan keadaan disini. Nek, akan selalu ada alasan untuk aku mengunjungimu dan rumahmu. Meski disana kosong, aku selalu merindukanmu. Disana banyak cerita yang tidak mungkin aku lupakan. Rumahmu tetap menjadi tempat aku pulang nek.

Kenangan tentang nenek

Entahlah seberapa rindunya aku tentangmu rasanya sangat besar tapi aku yakin kamu selalu ada di hati kami. Tak perlu lagi kesakitan, nenek pasti sudah bahagia disana. Ternyata Dia jauh lebih menyayangimu daripada kami nek. Sampai aku dewasa nanti bahkan menua, aku akan tetap mengunjungimu nek. Jangan khawatir, kami tidak akan melupakanmu. Nanti akan ada saatnya rumahmu ramai dipenuhi anak cucumu nek seperti kata tetangga yang selalu berkata rumah kita paling ramai ketika hari raya. Ah aku merindukan suasana itu nek, aku akan tetap menjadi cucumu. Kenangan di rumah itu tentu tidak akan berubah sedikitpun. Oh iyah nenek tau, nenek sudah mempunyai buyut dari sepupuku yang menikah di awal tahun ini. Ah aku yakin rumahmu akan semakin ramai nantinya. Akan aku ceritakan kepada anak cucuku kelak tentangmu nek, wanita hebat dengan segala kesabarannya.

Rindu kami, yang ditinggalkan, tidak pernah berkurang, semoga nenek tenang disana. Dan aku disini akan selalu merindukanmu...