Resapilah Perjuangan Istrimu Saat Mengandung dan Melahirkan Agar Kau Semakin Menyayanginya

- 6/07/2017



Mengandung dan melahirkan adalah proses luar biasa yang hanya bisa dialami oleh seorang wanita. Tak heran jika Tuhan menyediakan pahala berlimpah demi penderitaan dan rasa sakitnya. Dan untukmu para suami, pernahkah kau membayangkan bagaimana rasanya menjadi istrimu yang harus berjuang demi lahirnya buah hati kalian? Apakah jika kamu jadi dia, kamu mampu menjalani semuanya?

Tahukah kamu, ketika kau asyik dengan makananmu, istrimu berjuang sengit melawan rasa mualnya...


Pada tiga bulan pertama kehamilan, ibu hamil biasanya mengalami mual-mual yang berpengaruh kepada turunnya nafsu makan. Dan biasanya pula, gejala ini sering muncul pada pagi hari, makanya disebut morning sickness. Tapi biarpun disebut morning sickness, mual-mual ini kadang bisa juga berlangsung seharian. Para ibu hamil menjadi sangat sulit untuk membangkitkan nafsu makannya, dan kalaupun akhirnya mereka bisa melahap makanan, mereka bisa memuntahkannya kembali. Durasi mual-mual ini bervariasi pada setiap ibu hamil. Ada yang mengalaminya selama 3 bulan kehamilan, ada yang 5 sampai 6 bulan, bahkan ada juga yang mengalaminya selama 9 bulan kehamilan.
Para ibu hamil menjalani "penderitaan" mual-muntah ini tanpa membaginya dengan kalian hey para suami, dan hal ini sangat membuat mereka tidak nyaman, jadi jangan dianggap manja ya...


Proses mengandung sudah pasti membuatnya selalu merasa lelah, namun ia tetap menyelesaikan semua kewajibannya...


Biasanya ibu hamil mengalami kelelahan hebat pada kehamilan trimester pertama. Pada fase awal kehamilan ini, tubuh para ibu hamil ini sedang mempersiapkan diri dalam membentuk plasenta. Dalam pembentukan plasenta ini, tubuh mereka bekerja sangat keras. Hormon kehamilan (hCG) pun meningkat cepat. Hal ini memaksa metabolisme tubuh ibu hamil bekerja dalam intensitas tinggi, akibatnya gula darah dan tekanan darah mereka turun dalam level rendah dan sehingga rasa lelah tak bisa dihindarkan.

Bayangkan, dalam keadaan tubuh lelah dan lemah pun, istrimu masih memiliki tenaga untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Melayanimu, memasak untukmu, dan melakukan seabrek kewajiban lainnya. Janganlah marah padanya ketika rumah tak serapi biasanya, makanan tak seenak biasanya, atau sikap tak semanis biasanya, mengertilah...



Tahukah kamu jika ketika hamil, istrimu tidak bisa bernafas selega biasanya?


Pada trimester ketiga, tubuh ibu hamil melakukan adaptasi yang luar biasa. Janin terus berkembang sehingga menekan diafragma dan posisinya naik sekitar 4 cm. Otomatis kapasitas paru-paru akan berkurang dikarenakan tekanan dari rahim yang membesar. Kondisi ini dapat mengakibatkan sesak nafas pada saat mengandung.
Bahkan nikmat bernafaspun berkurang, setelah tahu penderitaan yang ia alami ketika mengandung, masih tegakah jika kelak kau menyakiti istrimu?


Saat kamu lelap dalam tidurmu, tahukah kamu jika istrimu tersiksa dengan posisi tidur yang serba salah...?


Kesulitan atau kenyamanan tidur seringkali menjadi keluhan ibu hamil, apalagi ketika usia kehamilan semakin bertambah. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya karena kondisi perut yang semakin membesar, gerakan bayi, rasa tidak nyaman di uluhati, kram pada kaki, dan sejumlah ketidaknyamanan lainnya. Kondisi-kondisi ini sudah pasti menyebabkan ibu hamil kesulitan untuk tidur dengan nyaman pada malam hari.

Dan "penderitaan" ini tidak berakhir hingga bayinya lahir saja, ketika si kecil sudah lahir pun, para ibu harus merelakan kualitas tidurnya terganggu hingga berbulan-bulan ke depan...



Dia yang hampir tak bisa menikmati waktunya, karena kamar kecil harus lebih sering ia singgahi...


Ketika hamil, para ibu pasti buang air lebih sering daripada biasanya, mengapa?

  1. Peningkatan volume darah secara drastis. Akibatnya, cairan yang harus disaring ginjal--yang kemudian dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk air kencing pun meningkat. Peningkatan volume darah juga terjadi di daerah panggul, hal ini juga menyebabkan kandung kemih kerap penuh, dan otomatis harus lebih sering dikosongkan lebih.

  2. Ginjal dan saluran kemih membesar yang diakibatkan oleh peningkatan kadar hormon progesterone yang terjadi sejak calon janin tertanam di dinding rahim

  3. Ukuran rahim membesar yang mengakibatkan kandung kemih--yang posisinya ada di bawah rahim--terdesak. Akibatnya, daya tampung kandung kemih berkurang, sehingga harus lebih sering dikosongkan.

Semoga kamu bisa memahami repotnya keluar-masuk kamar kecil dengan perut yang besar, gerakan yang sudah sulit untuk gesit, dan panggul yang senantiasa nyeri...


Ketika kamu menikmati kegiatan fisikmu dengan berolahraga, istrimu harus rela merasakan nyeri sendi setiap harinya...


Posisi yang baik untuk kepala bayi ketika berada di dalam rahim adalah kepala berada di bawah. Namun demikian, posisi ini menjadi pun memiliki resiko untuk keselamatan bayi karena kepala bayi letaknya tepat di atas tulang panggul yang sifatnya keras. Demi keselamatan sang bayi, tahukah kamu jika tubuh ibu hamil menghasilkan hormon yang bernama hormon relaksin? Hormon relaksin ini berfungsi untuk melemaskan tulang rawan (sendi). Hormon ini pula lah yang menyebabkan para ibu hamil mengalami nyeri sendi. Mengapa? karena peningkatan produksi hormon ini sampai 10 kali lebih banyak selama proses kehamilan dan berpengaruh pada semua sendi pada tubuh ibu hamil.
Nyeri sendi sudah cukup menyiksanya, jangan lagi kau tambahkan rasa sakitnya dengan sifat buruk dan perangai kasarmu, karena sebaik-baiknya suami adalah yang bersikap lemah lembut terhadap istrinya...


Punggung dan pinggul yang sakit senantiasa menemani hari-harinya...


Selama mengandung, tubuh ibu hamil akan meregang seiring dengan pertumbuhan janin yang dikandungnya. Semakin membesarnya janin menimbulkan tekanan dan ketegangan dan rasa nyeri pada panggul serta punggung bagian bawah. Rasa nyeri ini biasanya terasa lebih hebat pada malam hari. Selain itu, ada peran hormon kehamilan yang berfungsi untuk melonggarkan sendi dan ligamen pada tulang panggul dan tulang belakang. Hal ini mengakibatkan rasa sakit saat berjalan, duduk dalam waktu yang lama, atau mengangkat beban yang berat.
Buatlah istrimu selalu bahagia, jangan bebani dia dengan beban pikiran yang terlampau berat, karena dengan merasakan semua penderitaan ini pun sudah cukup menguras fisik dan mentalnya...


Setelah perjuangan berat yang istrimu alami, dia masih harus berjuang sekali lagi untuk menghadirkan buah hati kalian ke dunia; melahirkan...


Rasa sakit yang luar biasa. Kontraksi rahim, sakit di punggung, pangkal paha, mual hebat, hanyalah sedikit dari penderitaan ibu hamil saat melahirkan. Bahkan ada yang menganalogikan bahwa sakitnya melahirkan setara dengan 20 tulang yang patah secara bersamaan. Luar biasa?

Tidak cukup sampai disitu para sosok hebat ini pun harus kehilangan banyak darah dalam melewati proses mulia ini. Darah yang hilang ketika proses kelahiran normal adalah sekitar 500ml. Dengan keadaan tersebut, mereka akan merasakan lemas, pusing, bahkan ada yang sampai kehilangan kesadaran. Beberapa di antaranya ada yang terpaksa menyerah pada operasi caesar. Untuk menjalani operasi ini pun, para ibu membutuhkan mental dan fisik yang kuat, karena proses penyembuhannya yang jauh lebih lama daripada proses bersalin normal.
Tidak kah kau kehabisan kata untuk menggambarkan betapa hebatnya perjuangan para ibu?

***

Proses luar biasa, penderitaan yang luar biasa pula. Tapi dia tidak pernah mengeluh, dia menjalaninya dengan sabar dan penuh keikhlasan. Dia tidak meminta agar rasa sakit itu dibagi denganmu, dia hanya ingin kau memahami apa yang dia rasakan, sehingga kau bisa lebih menghargai perjuangannya. Dengan demikian, kau pun akan semakin menyayanginya...

Website referensi: