Meskipun Pasanganmu Bisa Menerimamu Apa Adanya, Tetaplah Memperbaiki Diri...

- 6/07/2017



Kita semua pasti menginginkan pasangan yang bisa menerima diri kita apa adanya. Pasangan yang bangga dengan kelebihan kita, dan maklum dengan kekurangan kita. Dengan memiliki pasangan seperti itu, kita tidak akan terbebani dengan sebuah keharusan untuk mengubah diri kita menjadi apa yang dia minta...

Tapi jangan terlena, meskipun pasangan kita bisa menerima kita apa adanya, memperbaiki diri itu jauh lebih baik kok. Jangan terjebak pada kalimat "aku kayak gini aja dia sayang kok". Oke, kamu kayak gitu aja dia sayang, gimana kalo kamu nggak kaya gitu kan?


1. Dia bukan tipe orang yang menggantungkan kebahagiaannya pada materi, tapi bukan berarti kamu berhak untuk 'bokek' seterusnya...

Beruntunglah kamu jika memiliki pasangan yang nggak banyak menuntut secara materi. Dia tulus menyayangimu hingga ke dalam isi dompetmu. Seseorang yang selalu memaklumimu ketika kehabisan uang di pertengahan bulan dan nggak pernah mengeluh ketika dia yang terkadang harus mengeluarkan rupiah untuk kegiatan kencan kalian. Dia tulus menerima apapun keadaanmu.


Tapi please, jangan jadikan ketulusan dia sebagai alasanmu untuk nggak berusaha keras mencari penghasilan yang layak dan lebih baik. Dia mungkin memang bukan tipe cewek matre, tapi bukan berarti nggak butuh uang juga kan?

Jadikan sikap baik dia yang nggak banyak nuntut itu sebagai cambukmu untuk membahagiakan dia. Kamu bokek aja dia tetep sayang, gimana kalo kamu sejahtera?


2. Masa lalumu bukanlah sesuatu yang bisa mengusik hatinya, tapi bukan berarti kamu bebas terjebak di situ selamanya...



Hey Ladies and Gentlemen, Mungkin dia menerimamu di masa tersulitmu, ketika kamu mencoba bangkit dari hancurnya hatimu dari cinta sebelumnya. Dia yang dengan senang hati memapahmu dalam proses move on-mu. Dia yang kadang terlihat tegar padahal hatinya hancur ketika kamu belum bisa menguras habis isi hatimu dari sisa-sisa masa lalumu.

Ayolah, sampai kapan kamu mau menyiksanya dengan perasaan yang kacau? Lihat dia sekarang, dia yang selalu ingin membuatmu tersenyum menjalani hari-harimu, dia yang bersedia menulis cerita baru di buku kehidupanmu. Buang jauh masa lalumu, raih tangannya sekarang, jangan sia-siakan cinta yang ada demi kenangan semu yang tak perlu kau pelihara dalam hidupmu.


3. Especially for married woman, mulai sekarang belajarlah untuk memanjakan lidah pasanganmu...



Oke, mungkin dia bukan tipe suami yang suka mengomel karena makan nugget atau telor ceplok setiap hari. Apapun yang kamu sajikan untuk dia akan selalu dia lahap habis karena dia tidak menuntutmu untuk menjadi seorang chef yang handal. Dia sudah cukup merasa bahagia bisa menjalin rumah tangga denganmu. Tapi tidak kah kamu merasa kasihan melihat pangeranmu mengkonsumsi masakan instan seumur hidupnya?

Come on, ladies! Waktunya membuka buku resep, dan mengunjungi website-website yang menyediakan inspirasi makanan yang beragam. Belajarlah memasak aneka macam masakan. Tidak perlu menjadi koki yang sempurna untuk menyenangkan pasanganmu. Merubah telor ceplok menjadi telor balado saja mungkin bisa sedikit membangkitkan selera makannya. Terus belajar, yaa....


4. Dia tidak berharap kamu untuk tampil semanis selebritis, cukup rapikan dirimu saja...


Dia sudah terbiasa kau sambut di rumahmu dengan T-shirt yang kerah lehernya yang sudah dower. Dia juga sudah sangat memaklumi celana pendek dan sendal jepitmu yang kau sandang saat jalan-jalan.  Nyaman jadi diri sendiri memang baik. Apalagi pasanganmu nggak pernah komplain tentang penampilanmu. Tapi bukan berarti kamu nggak bisa bersikap situasional. Kamu sudah dewasa, kan?

Bersoleklah sedikit. kenakan pakaian sesuai situasi dan kondisi. Tak perlu rupawan untuk terlihat menawan. Meng-upgrade sedikit saja penampilanmu sudah bisa membuat dia lebih pede jalan bareng kamu. Kamu pun akan merasa lebih pede dengan dirimu sendiri, kan?


5. Stop berpikir kalau pasanganmu sangat bisa menerimamu sampai sikap terjorokmu!

Pasanganmu mungkin sudah terbiasa menontonmu asyik mengupil dan dia cuek saja, atau sudah sangat bersahabat dengan aroma jeans kumalmu yang sudah sebulan lebih tidak bermesraan dengan deterjen, dan setumpuk kebiasaan jorok lainnya dari dirimu. Seriously, stop it now, guys! Dia bisa menerima kebiasaan jorokmu bukan berarti dia nggak akan senang kalau kamu bisa lebih resik.

Selain bisa meningkatkan kualitas hubungan, membuang jauh-jauh sikap jorok juga bisa meningkatkan kualitas dirimu sendiri.


6. Jangan terus memelihara kebiasaan burukmu hanya karena dia tidak mempermasalahkannya...


Bikin dia menunggu udah menjadi kegiatan rutinmu; Kamu terlalu asyik dengan teman-temanmu, sampai kamu gak punya quality time bareng dia; Kamu sering begadang; susah ibadah; boros; dan seabrek kebiasaan buruk lainnya yang terus kamu pelihara karena kuping kamu aman dari omelan pasanganmu. Kamu pelihara karena pasanganmu nggak kenapa-napa dengan semua kebiasaan burukmu. Yakin nggak kenapa-kenapa? Gimana kalau dia sebenernya lagi nunggu kamu berubah? gimana kalo sebenernya dia sudah mengatur batas waktu sampai kapan kamu bisa bersikap seperti itu terus?

Dan kalau memang pasanganmu ternyata memang gak masalah dengan semua itu, kamu nggak mau 'gitu berubah jadi lebih baik? Apa pasanganmu bakal menjauhi kamu kalau kamu meninggalkan kebiasaan burukmu? Apa pasangan kamu bakal gak sayang lagi kalau kamu memperbaiki dirimu? Pikir lagi yuk...