Karena Sosok-sosok Berkualitas Tidak Mengumbar Kemesraan di Media Sosial

- 6/07/2017

Media sosial nampaknya sudah menjadi "makanan pokok" bagi banyak manusia kini, terutama bagi anak muda. Penggunaannya pun beragam untuk tiap individu; ada yang menggunakannya hanya untuk menjaring informasi, ada yang bergantung pada medsos untuk tetap terkoneksi dengan kerabat atau famili jauh, namun tidak sedikit juga yang menggunakannya sebagai "diary online".  Mereka membagi apa saja di media sosial, mulai dari makanan yang mereka santap, keadaan hati, bahkan kemesraan dengan pasangan pun mereka bagi di medsos. Mengumbar Kemesraan di Media Sosial

Tapi ada juga orang-orang yang tidak berniat sama sekali untuk pamer kemesraan di media sosial. Bagi mereka, hubungan percintaan adalah sesuatu yang cukup dibagi berdua saja...

Karena mereka sadar, bahwa kemesraan bukan untuk dibagi dengan orang lain...


Karena sesungguhnya hubungan yang berkualitas itu dibangun dari dua sosok yang mengerti satu sama lain. Mereka paham betul bahwa menjalin sebuah chemistry dalam suatu hubungan bukanlah suatu hal yang bisa dilakukan dengan mudah. Dan ketika mereka sudah sampai di titik nyaman untuk berbagi hati, mereka akan sadar jika kemesraan yang akhirnya muncul itu terlalu mahal untuk dibagi dengan orang lain, cukup mereka berdua saja yang merasakannya.

A perfect relationship is a treasure, so will you share your treasure with others?



Lalu untuk apa mengumbar kemesraan?


Itulah poinnya. Memang apa sih urgensinya mengumbar kemesraan? Agar orang lain tahu jika kalian adalah pasangan paling serasi di dunia? Atau untuk pamer kebahagiaan kepada para jomblo sekaligus menyadarkan mereka kalo gak punya pasangan itu menyedihkan? Kalo memang begitu, sejatinya kamu telah gagal dalam memahami esensi sebuah hubungan. Karena hubungan itu dibentuk untuk menciptakan bonding antara kamu dan pasanganmu, bukan sebagai sarana untuk berpamer-ria.

Tapi yakinkah kamu kalau kehidupan cintamu memang seindah foto-fotomu? Aren't they made up?



Sosok-sosok berkualitas ini sangat mengerti bahwa kualitas sebuah hubungan jauh lebih berharga daripada sebuah publikasi...


Mereka akan sibuk memperbaiki diri dan memberbaiki hubungan mereka, mereka akan selalu sibuk untuk saling membahagiakan, dan mereka akan selalu berusaha memberikan kenyamanan satu sama lain. Mereka bahkan tidak sempat untuk membuat pencitraan bahwa mereka adalah pasangan yang bahagia, karena mereka memang bahagia.

Dan jikapun seluruh dunia tahu bahwa kamu bahagia, mereka tak akan pernah bisa benar-benar merasakan apa yang kalian rasakan...



Banyak yang lebih layak dibagi di media sosial, mengapa harus mengumbar kemesraan?


Mereka menggunakan media sosial dengan tepat guna, mereka lebih senang membagi hal-hal yang bermanfaat, informatif, atau menghibur. Mereka sadar jika tidak semua orang perduli dengan kehidupan pribadi mereka, layaknya mereka yang tidak pernah perduli dengan kehidupan orang lain.

Stop posting everything you do, feel, like, or think. It's a social media, not a diary...



Sosok berkualitas tidak akan memancing cibiran untuk datang...


Kita hidup di sebuah sistem kemasyarakatan di mana mencibir, nyinyir, atau usil menjadi kegiatan sehari-hari bagi banyak orang. Jika demikian, untuk apa memancing-mancing hal-hal tersebut dengan sengaja mengumbar kemesraan di media sosial? Karena tidak semua orang menyukai kita, dan kita tidak bisa memaksa semua orang untuk menyukai kita. Selain itu, kultur kita adalah kultur yang tidak memberikan wadah untuk pamer kemesraan.

We can never force our opinion to the society...



Mereka sangat alergi akan intervensi...


Mereka sangat menikmati setiap adegan dalam hubungan mereka, mereka menikmati persinggahan di tempat-tempat yang asyik dan romantis, mereka senang berjelajah mencari tempat untuk memanjakan lidah dan perut mereka, dan mereka jelas mempunyai cara sendiri untuk bahagia. Dan mereka sadar, dengan membagi kegiatan mereka di media sosial, hal itu bisa memberi peluang bagi orang-orang untuk berkomentar, memberi saran, memberi kritik, dan sejumlah interaksi lainnya. Mereka tidak butuh itu, mereka sudah sangat bahagia...

You do your things, and i'll do mine...



Dan mereka sadar, tidak ada hal yang abadi di dunia ini...


Bukan berarti pesimistis, tapi hal ini adalah sebuah kenyataan, bahwa sebuah hubungan mungkin tidak akan berlangsung selamanya. Yang pacaran bisa putus, dan yang menikah bukan tidak mungkin bercerai. Mereka sadar, mengumbar kemesraan di media sosial bisa menjatuhkan nilai mereka ketika mereka tidak bersama lagi. Oleh karena itu, sejak awal mereka lebih memilih untuk berjalan tertutup, biar mereka berdua saja yang tahu apa yang berlangsung dalam hubungan mereka. Dengan demikian, mereka tidak akan repot-repot menghapus semua posting-an dan foto-foto mesra  jika akhirnya mereka berpisah.

Know your value...!