Benarkah Kalau Berteman Jangan Pilih-pilih?

- 6/07/2017


“Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhori & Muslim).


Kadang timbul pernyataan "kalau temenan itu jangan pilih-pilih, harus fleksibel, ramah, bisa berbaur dengan siapa aja". Bener nggak sih?

Kalau kita liat dari sudut pandang syariat, Islam udah ngatur tata cara plus batasan dalam bergaul atau berteman. Karena mau nggak mau, kehidupan seseorang pasti sedikit-banyaknya dipengaruhin sama gimana cara dia bergaul. Dampak buruk bisa aja nimpa seseorang akibat bergaul dengan teman-teman yang nggak baik. Sebaliknya, manfaat yang besar bakal didapatkan dengan bergaul dengan orang-orang yang baik.

Teman itu layaknya cermin, jika kita ingin mengetahui tentang seseorang, lihatlah dengan siapa dia bergaul atau berteman. Rasul shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

“Seorang mukmin merupakan cerminan saudaranya yang mukmin.” (HR. Al-Bukhari)


Memilih teman bukanlah hal yang mudah, Islam memerintahkan kita untuk memilih siapa yang menjadi teman kita. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda,


"Seseorang itu berada pada agama teman karibnya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat siapakah yang dia jadikan teman karibnya.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ahmad)"



Untuk memiliki kenalan, kerabat, kita memang sebaiknya bisa bersikap fleksibel dan berbaur, namun untuk berteman dekat, atau bersahabat, jelas kita harus pintar-pintar menyeleksi, karena tidak semua orang layak dijadikan teman dekat atau sahabat. Maka dari itu, orang yang kita jadikan sahabat harus memiliki sifat-sifat yang memang menunjang persahabatan sebagai berikut:


1. Berakidah lurus

2. Orang yang berakal

3. Baik akhlaknya

4. Bukan orang fasik

5. Taat beribadah dan menjauhi perbuatan maksiat

6. Banyak ilmu atau dapat berbagi ilmu dengannya

7. Tidak rakus dunia


Semoga kita memiliki teman/sahabat yang senantiasa mengajak kita ke dalam kebaikan, dan membantu diri kita untuk terus memperbaiki diri. Aamiin.