Untukmu Yang Pernah Menoreh Luka di Hatiku, Aku Memilih Memaafkamu Sebelum Melupakanmu

- 6/07/2017




Aku bisa saja berlalu darimu dengan membawa sebongkah dendam di hati, dengan membiarkan egoku mengalahkan fitrahku sebagai manusia yang seharusnya dapat memaafkan manusia lainnya. Namun aku tak mau membebani hatiku dengan sesuatu yang dapat menggerogoti perasaanku perlahan.

***


Salahku menghabiskan semua cintaku untukmu....

Aku yang terlanjur mencintaimu dan menitipkan semua rasa ini padamu. Aku yang percaya bahwa kau adalah duniaku, tempatku menikmati indahnya hidup dan tempatku merebahkan semua penat yang mengacaukan hariku. Hingga aku sadar jika aku hanya berimajinasi dengan cerita-cerita manis itu. Aku yang hancur lebur saat tiba waktu kau lukai hatiku, Aku yang jatuh berkeping-keping ketika tahu cintamu tak lagi untukku...


Aku menjadi manusia yang mati rasa...

Aku menjadi sangat apatis. Cinta adalah omong kosong, dan kesetiaan hanyalah dongeng manis pengantar tidur. Aku tak percaya lagi akan adanya cinta sejati. Cinta hanyalah sebuah pintu masuk menuju rasa sakit lainnya. Dan sebuah hubungan percintaan hanyalah sebuah tempat dimana kita mengorbankan diri untuk rela disakiti...


Aku terpuruk, menjadi manusia yang sangat buruk...

Aku yang sempat meratap, menangisi hati yang telah tergores karena perbuatanmu. Aku yang hampir lupa bersyukur atas kebaikan lain yang Tuhan berikan untukku. Aku yang lupa akan berharganya orang-orang di sekitarku yang sangat menyayangiku. Aku yang hampir terjebak dalam perbuatan nista dan cela atas pelampiasan hatiku dari sakit yang kau hadiahkan kepadaku. Aku berada dalam posisi terendahku, buruk, cela, dan hina.


Aku hampir terbujuk putus asa, merasa diri tak lagi berguna...

Aku tak mau lagi mengenal cinta. lebih baik aku sendiri menghabiskan hidup yang entah seberapa panjang lagi. Aku hanya berjalan perlahan mengikuti alur hidup yang tak menarik lagi. Aku lelah, semangatku semakin luntur, gairahku perlahan pudar...


Sudah terlalu lama aku terkekang dalam masa lalu yang tak mengasihaniku..

Namun aku sadar, setiap manusia berhak bahagia, begitupun aku. Aku muak terus berkutik dengan masa lalu yang mengusikku tanpa rasa belas kasihan. Enyahlah semuanya. Enyahlah kau dan semua kenangan pahit yang kau berikan untukku. Aku sudah membuang tanpa sisa semua hal tentangmu dalam hidupku, dan aku hanya ingin memulai hidup baru dengan cerita yang juga baru.


Aku ingin bangkit, perbaiki diri, menjadi sebaik-baiknya pemaaf, menjadi sebaik-baiknya orang yang belajar dari masa lalu...

Hingga tibaku di suatu titik kesadaran jika perjalananku masih panjang, aku tak mau lagi mengkerdilkan jiwaku dengan kegalauan yang seharusnya tidak bersemayam di pikiranku. Aku akan menata kembali hidupku dengan lebih bersyukur atas hidup yang indah ini, atas orang-orang yang senantiasa menyayangiku disaat kau malah menyakitiku. Tapi sudahlah, Aku mencoba melunakkan hatiku dan memaafkanmu, bukan untuk mengharapkan kau lagi dalam hidupku, namun untuk menyembuhkan hatiku dari dendam yang menyesakkan dadaku...


Dan akulah yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku sendiri...

Aku berhasil melewati semua kerancuan hatiku, aku yang semakin kuat setelah bangkit dari titik terendahku, aku masih bisa memunguti satu per satu sisa-sisa bahagia hatiku, aku berjanji pada diriku jika aku tak akan lupa lagi tersenyum, aku akan bahagia lagi....